Anggaran BLT sudah cair dan siap diturunkan,tapi angka kemiskinan melonjak naik

tanggung jawab pemerintah

BLT atau bantuan langsung tunai merupakan program dari pemerintah untuk memberi uang kepada rakyat miskin yang sudah di data oleh pemda setempat.dan langsung bisa diambil di kantor pos terdekat atau kantor pos pusat daerah. ehmmm….apakah semudah itu pemerintah mengatasi rakyat yang kurang mampu?gak kale’.Dan juga gak nurunin angka kemiskinan yang terus melonjak naik,malah bikin rakyat manja dengan kemiskinan tersebut.*malah ada yang memang miskin gak dapat uang BLT,dan yang gak terlalu miskin dapet tu uang BLT mungkin Prosedur management data nya kurang solid dan gak update.Tapi it’s oke untuk mengawali perubahan dan mengatasi kemiskinan,tapi jangan keseringan aja,ntar lama – lama manja semua rakyatnya...”kasih pancingan jangan umpannya”,mungkin kalimat disamping tepat untuk mengubah keadaan saat ini.tapi salut buat presiden kita.. *sumber dari situs resmi Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat KESRA– 14 NOVEMBER: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui angka kemiskinan di Indonesia masih relatif tinggi. Tapi pemerintah sedang berusaha untuk membangun negara yang kuat, sehat, dan maju, dengan menjadikan rakyat Indonesia sehat, kuat, dan maju.”Tentu saja saya mengakui angka kemiskinan di negeri ini masih relatif tinggi. Itu harus terus dikurangi dan ditingkatkan kesejahteraan rakyat. Itulah tugas pemerintah dengan kebersamaan dan dukungan masyarakat,” kata Presiden SBY ketika berpidato pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-43 di Istora Senayan Jakarta, Rabu.

Dalam pidatonya, Presiden SBY menyatakan, Indonesia termasuk negara yang masih berkembang dengan keadaan ekonomi belum kuat dan maju benar. Pemerintah belum memiliki keuangan negara yang mampu selenggarakan kesehatan yang ideal.

“Tapi, pemerintah dan masyarakat harus lebih gigih, giat, serius, dan sunggguh-sungguh untuk betul-betul membangun di bidang kesehatan,” ujar Presiden.

Presiden memaparkan, pemerintah terus mengintensifkan program pembangunan kesehatan dan melakukan penyediaan pelayanan kesehatan dasar di seluruh tanah air, keterjangkauan pelayanan kesehatan dari segi harga obat generik esensial, dan peningkatan kualitas pelayanan tenaga medis. Pemerintah memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi rakyat miskin melalui program askeskin.

“Program askeskin adalah realisasi untuk pengobatan gratis bagi rakyat miskin menuju kesehatan murah bagi seluruh rakyat indonesia. Namanya askeskin tapi yang dibantu bukan hanya rakyat miskin, termasuk mereka yang dikategorikan setengah miskin dan tidak mampu”.

“Menurut angka statistik dari masyarakat miskin sebanyak 37,1 juta jiwa, tapi yang diberikan askeskin kepada 76,4 juta jiwa. Berarti masyarakat setengah miskin atau tidak mampu yang sebanyak 39,3 juta jiwa juga diberikan bantuan dalam program askeskin,” jelas Presiden.

Presiden mengajak agar seluruh anggota masyarakat mensukseskan program kesehatan yang pro rakyat. Terus dikembangkan agar setiap desa menjadi desa siaga yang berproses menuju desa sehat dan desa sejahtera. Seiring itu terus dimantapkan pengelolaan askeskin sehingga semakin luas dan efektif mencapai sasaran.

“Saudara-saudara yang mampu dan kaya, berikanlah kesempatan yang miskin dan tidak mampu untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sehingga terjadi keadilan,” tegas Presiden.

Presiden juga memerintahkan jajaran Departemen Kesehatan untuk terus mengembangkan dan mensukseskan program pembangunan kesehatan dengan prioritas rakyat tidak mampu. Setiap pemimpin di daerah harus turun ke lapangan untuk memastikan program pelayanan kesehatan berjalan baik.

“Miliki sikap, tindakan yang proaktif dan terus menerus. Pemda harus mengalokasikan sumber daya termasuk APBD di bidang kesehatan yang lebih mencukupi dan memadai,” imbau Presiden.

Presiden menambahkan, para peneliti harus terus lakukan penelitian dan pengembangan bidang kesehatan. Terutama penelitian untuk menghasilkan obat dan peralatan kesehatan yang berkualitas dan murah. Presiden mengakui obat dan peralatan kesehatan buatan putra dan putri Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan buatan luar negeri.

“Teknologi kita sudah maju. Peralatan kesehatan yang dibuat lebih cepat dan murah sehingg bisa selamatkan uang negara,” ungkap Presiden.

Presiden mengajak masyarakat untuk menjalani hidup bersih dan sehat. Menjaga kesehatan diri sendiri, rumah tangga, dan lingkungan. Kalau rakyat sakit, negara ikut sakit.

“Negara kita besar. Penduduknya sekitar 230 juta jiwa. Kalau rakyatnya sehat secara fisik, mental, dan sosial, bangsa ini akan lebih cerdas, produktif, dan berdaya saing. Bangsa akan miliki ketahanan nasiponal yang tinggi,” tutur Presiden.

Presiden memaparkan, apabila rakyatnya sehat maka Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera. Sehat bukan berarti bisa menyembuhkan yang sakit, tapi yang penting adalah memelihara, dan agar orang perorang dalam masyarakat tetap sehat serta tidak mudah sakit.

“Lingkungan, rumah tangga, dan masyarakat harus sehat. Lingkungan masyarakat harus makin waspada, siaga, dan mencegah terjangkitnya penyakit menular seperti demam berdarah, malaria, flu burung, HIV-AIDS dan lainnya,” ungkap Presiden.

Presiden menjelaskan, tugas pemerintah sebagai pejuru pembangunan kesehatan adalah membuat rakyat tetap dan semakin sehat. Dipaparkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia naik dari 66,2 tahun pada 2004 menjadi 69,4 tahun pada 2006. (Far/OL-1)

Dipublikasi di lihat-sekitar-kita | Tinggalkan Komentar